Strategi pembelajaran yang diterapkan adalah:

  • CK (Ceramah/ Kuliah): pemberian dasar pengetahuan mengenai sejarah dan budaya jamu, dasar pemilihan simplisia untuk sediaan jamu, dasar penyimpanan simplisia
  • PRTK (Praktek/ Praktikum): praktek pembuatan sediaan jamu
  • CS (Case Study):pemberian contoh-contoh kasus pada pembuatan sediaan jamu
  • COLL (Collaborative Learning): pembuatan proposal/hasil dari sediaan

Pelaksanaan Program dengan melibatkan praktisi/pakar dari bidangnya dengan tujuan mencapai capaian pembelajaran yang diinginkan.

  • Praktisi dari Jamu Iboe: Mahasiswa dapat mendapatkan pengetahuan dan praktek di lapangan mengenai cara memformulasi sediaan jamu
  • Kebun raya Nusantara: Mahasiswa dapat  mempelajari teknik penanaman dan pemeliharaan bahan baku jamu

1. Meningkatnya wawasan tentang keaneka-ragaman dan kebinekaan nusantara, sehingga menjadi modal sosial, semangat pemersatu, dan jiwa toleransi terhadap satu sama lainnya

2. Meningkatnya motivasi, inovasi, dan kreatifitas sosial melalui kegiatan inspiratif dari pengalaman interaksi dengan tokoh-tokoh bangsa didaerah yang berbasis pada kearifan lokal (local wisdom)

3. Meningkatnya kemampuan merefleksikan gagasan inspiratif melalui diskusi, pertemuan, dan forum sosial lainnya

4. Meningkatnya partisipasi dan kepedulian melalui kegiatan kontribusi sosial yang berwawasan kebangsaan dan cinta tanah air

The course provides the students with knowledge and skills of the 21st century to succeed in new generation jobs to keep up with new developments by long-life learning. This part of the course will focus only on the 4 (four) competencies and 6 (six) characters of the 16 skills through case studies, lecture, group discussion, individual and group presentation.